Membahas akuntansi dan peraturan perpajakan di Indonesia

Aset Tak Berwujud

Akuntan membagi aset ke dalam dua golongan utama, yaitu aset tetap berwujud dan aset tak berwujud. Aset tetap berwujud mempunyai wujud fisik sehingga dapat diamati dengan panca indra manusia. Aset ini memiliki karakteristik umum diantaranya memberi manfaat ekonomi pada masa mendatang bagi perusahaan. Keuntungan yang akan diperoleh dimasa datang mempunyai tingkat kepastian yang meyakinkan. Contoh dari aset ini adalah tanah, bangunan, mesin, mebel dan sebagainya.






Hal yang berbanding terbalik terjadi dengan aset tak berwujud, aset ini tidak dapat diamati secara langsung dengan panca indra manusia. Aset ini dikendalikan oleh perusahaan dan memberikan manfaat ekonomi di masa mendatang untuk perusahaan. Oleh karena itu akuntan mendefinisikan aset tak berwujud ini dengan mudah dan sederhana, karena aset jenis ini mempunyai landasan hukum yang kuat dalam bentuk perjanjian atau kontrak. Contohnya adalah paten. Perusahaan hanya memegang selembar kertas yang dikeluarkan oleh negara untuk paten produk hasil temuannya. Namun dengan selembar kertas tersebut, perusahaan akan mendapatkan keuntungan ekonomis dimasa mendatang, jika ada perusahaan yang akan meniru atau memproduksi produk tersebut, perusahaan tersebut harus memperoleh lisensi dari perusahaan pemegang paten. Lisensi akan diperoleh jika perusahaan tersebut telah membayar sejumlah uang atau imbalan lainnya yang telah disepakati kepada perusahaan pemegang paten. Oleh karena itu walaupun tidak mempunyai wujud nyata, aset ini tetap memenuhi definisi aset. Karena ada di bawah pengendalian perusahaan dan mampu menghasilkan manfaat ekonomi di masa datang. 

Aset tak berwujud aset non moneter teridentifikasi tanpa wujud fisik.

Aset adalah sumber daya yang:
  • Dikendalikan oleh perusahaan sebagai akibat peristiwa masa lalu dan
  • Manfaat ekonomi di masa depan dari aset tersebut diharapkan diperoleh dari entitas.

Aset moneter adalah kas yang dimiliki dan aset yang akan diterima dalam bentuk kas yang jumlahnya pasti atau dapat ditentukan.

Penelitian adalah penyelidikan asli dan terencana yang dilaksanakan dengan harapan memperoleh pembarua pengetahuan dan pemahaman teknis atas ilmu yang baru.

Pengembangan adalah penerapan temuan penelitian atau pengetahuan lain pada suatu rencana atau rancangan produksi bahan baku, alat, produk, proses, sistem atau jasa yang baru atau yang mengalami perbaikan substansial, sebelum dimulainya produksi komersial atau pemakaian.

Amortisasi adalah alokasi sistematis jumlah tersusutkan aset tak berwujud selama umur manfaatnya.
Nilai residu dari aset tak berwujud adalah jumlah estiman yang dapat diperoleh entitas saat ini dari pelepasan aset, setelah dikurangi estimasi biaya perlepasan aset, jika aset telah mencapai umur dan kondisi yang diharapkan pada akhir umur manfaatnya.

Masa manfaat adalah:
  • Periode suatu aset yang diharapkan dapat digunakan oleh entitas atau
  • Jumlah produksi atau unit serupa yang diharapkan akan diperoleh dari suatu aset oleh entitas.

Biaya perolehan adalah jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar imbalan lain yang diserahkan untuk memperoleh aset pada saat perolehan atau konstruksi, atau jika dapat diterapkan, jumlah yang diatribusikan ke aset saat pertama kali diakui sesuai dengan persyaratan tertentu dalam PSAK lain.

Jumlah tersusutkan adalah biaya perolehan aset, atau jumlah lain yang merupakan pengganti biaya perolehan, dikurangi nilai residunya.

Jumlah tercatat aset adalah jumlah yang digunakan untuk mengukur aset yang dapat dipertukarkan atau utang yang diselesaikan melalui suatu transaksi yang wajar yang melibatkan pihak – pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan yang memadai.

Pasar aktif adalah pasar yang memenuhi semua kondisi di bawa ini:
  • Aset yang diperdagangkan dipasar bersifat homogeny
  • Pembeli dan penjual yang berkeinginan untuk bertransaksi bisanya dapat ditemui setiap saat, dan
  • Harga tersedia untuk publik

Rugi penurunan nilai adalah suatu jumlah yang merupakan selisih lebih jumlah tercatat suatu aset atas jumlah terpulihkannya.

Nilai spesifik entitas adalah nilai kini dari arus kas entitas yang diharapkan timbul dari penggunaan aset secara berkelanjutan dan dari pelepasan aset tersebut pada akhir umur manfaatnya atau yang diharapkan terjadi saat penyelesaian liabilitas

Dasar pengaturan
  • PSAK No. 19 ( revisi 2010 ) tentang aset tak berwujud
  • PSAK No. 22 ( revisi 2010 ) tentang kombinasi bisnis
  • PSAK No. 48 ( revisi 2009 ) tentang penurunan nilai aset


Pengidentifikasian aset tak berwujud

Aset dengan sifat ini dapat jelas dibedakan dengan goodwill dari kombinasi bisnis. Hal ini berarti bahwa aset tak berwujud harus dapat dipisahkan sehingga perusahaan dapat menyewakan, menjual, menukarkan aset tak berwujud tersebut. Dapat dipisahkan dengan aset lainnya bukan merupakan hal mendasar dalam menggolongkan suatu aset sebagai aset tak berwujud. Jika aset tersebut bersama – sama dengan aset lain dapat menghasilkan manfaat ekonomi di masa depan maka aset tersebut digolongkan sebagai aset tak berwujud.

Sedangkan menurut PSAK 19 ( revisi 2010 ) paragraf 12, suatu aset dikatakan teridentifikasi apabila:
Dapat dipisahkan, yaitu dapat dipisahkan atau dibedakan dari entitas dan dijual, dialihkan, dilisesikan, disewakan atau ditukarkan, baik secara individual atau bersama dengan kontrak terkait, aset teridentifikasi, atau liabilitas teridentifikasi, terlepas apakah entitas bermaksud untuk melakukan hal tersebut, atau
Timbul dari hal kontraktual atau hak legal lain terlepas apakah hak tersebut dapat dialihkan atau dipisahkan dari entitas atau hak dan liabilitas lain.

Pengendalian aset tak berwujud

Pengendalian aset oleh perusahaan diartikan bahwa perusahaan memiliki kemampuan untuk memperoleh manfaat ekonomis masa depan yang timbul dari aset tersebut dan dapat membatasi akses pihak lain dalam memperoleh manfaat ekonomis dari aset tersebut. Pengendalian ini biasanya muncul dari hak yang ditetapkan oleh hukum yang dapat ditegakkan. Contohnya hak cipta, merek dan lain – lainnya. Jika perusahaan tidak memiliki perlindungan hukum atas aset tak berwujud tersebut, maka sulit perusahaan melakukan pengendalian atas aset tak berwujud tersebut. Sebagai contoh kepandaian karyawan perusahaan.

Manfaat ekonomis masa depan


Manfaat ekonomis ini bisa timbul dari aset tak berwujud dapat mencakup pendapatan dari penjualan barang atau jasa, penghematan biaya, atau manfaat lain yang berasal dari penggunaan aset oleh perusahaan. Misalnya, penggunaan hak kekayaan intelektual dalam suatu proses produksi tidak meningkatkan pendapatan di masa depan, tetapi mengurangi biaya produksi masa depan.
0 Komentar untuk "Aset Tak Berwujud"

Back To Top