Membahas akuntansi dan peraturan perpajakan di Indonesia

Proses Pencatatan Akuntansi

Proses pencatatan akuntansi pada dasarnya tidak sulit. Asal kita mengetahui alur nya pasti akan bisa mengerjakan hal – hal semacam ini. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam pengerjaan proses pencatatan seperti ini. Mari simak paparan berikut.

Akun adalah alat atau tempat untuk mencatat/merekam transaksi yang terjadi pada suatu entitas. Akun pada masing – masing perusahaan tidak akan sama percis satu sama lain meskipun mereka berada dalam satu industri.

Di dalam akun ada penggolongan lagi. Yang biasa kita kenal dengan debet dan kredit. Sebenarnya apa fungsi dari debet dan kredit itu sendiri ? setiap akun di dalam laporan keuangan di pisah pengelompokannya melalui debet dan kredit ini.

Debet digunakan untuk mencatat transaksi – transaksi seperti: Aset dan Beban.
Sedangkan Kredit digunakan untuk mencatat transaksi – transaksi seperti : liabilitas, Ekuitas dan Penghasilan.

Peranan debet dan kredit ini sangat vital bagi proses pencatatan itu sendiri, knp ? karena jika kita salah mengklasifikasi debet dan kredit akan berdampak pada salah sajinya laporan keuangan.

Untuk pencatatan sendiri ada beberapa langkah – langkah dasar yang harus dilakukan diantaranya adalah:
  • Transaksi, pastikan ada transaksi atau kejadian yang berpengaruh terhadap laporan keuangan sehingga kita bisa mencatat atau merekamnya.
  • Penjurnalan, pastikan kita menjurnal dengan benar atas transaksi atau kejadian yang berpengaruh terhadap laporan keuangan tersebut.
  • Posting, pastikan kita memposting dengan benar apa yang sudah kita jurnal. Dengan artian memposting jurnal tersebut ke dalam buku besar.


Seperti yang sudah kita lihat diatas, selagi jurnal di kerjakan dengan benar. Maka proses ke depannya akan lebih mudah. Dan laporan keuangan pun akan tersaji secara baik.

Jurnal adalah catatan harian atas transaksi atau kejadian yang terjadi dalam suatu entitas.

Apakah dalam sebuah jurnal harus ada transaksi ? bagaimana jika tidak ada transaksi ? apa tidak perlu di jurnal ? sebenarnya jurnal tidak selalu harus ada transaksi dalam pengerjaannya. Karena nanti ada beberapa transaksi akrual yang harus dicatat padahal tidak ada transaksi.

Fungsi jurnal sendiri sangat penting peranannya dalam proses pencatatan akuntansi. Bisa dibilang ini adalah dasar dari akuntansi. Sehingga siapapun yang bisa menguasai jurnal maka akan mudah dalam menyusun laporan keuangan sendiri.

Fungsi utama jurnal adalah untuk merekam segala transaksi atau kejadian yang ada di dalam suatu entitas. Sehingga jika kita memiliki catatan atas setiap transaksi yang terjadi di dalam suatu entitas. Maka akan mudah dalam proses pengerjaan selanjutnya.

Setelah proses Posting selesai maka selanjutnya adalah proses penyusunan neraca saldo.

Neraca saldo atau trial balance adalah suatu kumpulan akun lengkap dengan saldonya. Biasanya di dalam neraca saldo ada saldo awal , mutasi debet dan kredit dan saldo akhir.

Tujuan pembukuan neraca saldo sendiri adalah untuk memudahkan dalam penyusunan laporan keuangan sesungguhnya.


Mungkin sekian dulu dari saya untuk pembahasan proses pencatatan akuntansi ini.
0 Komentar untuk "Proses Pencatatan Akuntansi"

Back To Top